Mahabharata, Cerita tentang “Baik” dan “Jahat”
Desember 11, 2006 oleh baskoro
Akhirnya setelah berbulan-bulan nunggu bisa juga baca cerita penuhnya mahabharata. Berkat mas Galih beli bukunya di gram*dia. Padahal aku pas nyari di toko buku g ketemu2. Sebetulnya pas itu ada juga buku Ramayana, tapi aku uda slese mbaca yang Ramayana.
Biasanya banyak yang tanya, apa sih asyiknya mahabharata? Dulu aku ngira buku sejenis mahabharata itu mbosenin. Tapi pas tau garis besar ceritanya dari internet, aku malah jadi tertarik. Apalagi pas tau kalo ceritanya kompleks banget, terutama perang batin yang ada pada tokoh2nya.
Bagian yang paling buat aku suka sama cerita itu ya di situ diceritain kalo yang tokoh protagonis itu g mesti bener2 baik, trus yang jahat juga ada sisi baiknya. Misalnya aja kayak Bhisma sama Durna yang sakjane itu guru besarnya pandawa sama kurawa. Tapi karena tinggal di hastinapura dan setia sama Dretarastra, bapaknya kurawa, mereka terpaksa berperang di sisi kurawa. Padahal 2 orang itu g bosen2 ngingetin Duryodana biar damai aja sm pandawa. Dasar Duryadana bandel, nasehat 2 guru besar itu g direken. Yang paling sering dituruti malah omongannya Karna yang congkake ampun2.
Karna yang congkak pun begitu dia tau kalo dia ternyata anaknya Kunti sama Batara Surya hatinya agak sedikiiiiittttt melunak. Pas Kunti minta biar Karna berhenti buat memihak kurawa dan mbela saudara2nya, pandawa, Karna malah menolak gara2 dia sudah terlanjur diberi macem2 sama Duryodana. Jadi dia mau balas budi ke Duryodana. Saking setianya dia sama Duryodana dia lebih milih nglawan sodaranya sendiri daripada harus mengkhianati Duryodana.
Ada juga Dretarastra, bapak dari segala Kurawa, Raja Hastinapura yang buta yang naik gantiin adiknya, Pandhu yang mati gara2 bercinta dengan Dewi Madrim. Raja yang satu ini sakjane itu orang yang cinta damai. Tapi sayangnya dia berhati lemah, jadi omongan Duryodana yang sebenarnya dia tidak setuju terpaksa diiyakan gara2 anaknya itu trus memaksanya.
Ada 1 kata2 yang paling aku suka pas baca Mahabarata. Pas Karna diminta Kunti bwt join sama sodara2nya. Dia bilang, “Ibu, aku berjanji tidak akan membunuh anak-anakmu yang lain, apa pun yang mereka lakukan padaku. Wahai ibu para kesatria, anakmu takkan berkurang, tetap lima. Salah satu dari kami, aku atau Arjuna, akan tetap hidup setelah perang usai.”. Segitu bencinya Karna sm adiknya Arjuna, sampe dia blg gitu ke ibunya.
Itu tadi dari sisi “jahat”nya. sekarang dari tokoh protagonisnya. Mulai dari Yudhistira yang begitu jujur dan patuh terhadap kitab suci ternyata malah gemar berjudi dan parahnya lagi tiap dia judi mesti kalahan. Gara2 terlalu jujur itu tadi. Gara2 hobinya ini Pandawa + Drupadi harus diasingkan selama 13 tahun. Jadi dia ditantang Sakuni main dadu dan semua dipertaruhkan sampe adik2nya + istrinya, Drupadi. Selain itu dia juga patuh banget sama omongannya Kreshna, padahal terkadang klo dipikir2 omongannya Kreshna itu agak g beres.
Klo Bima, Pandawa yang paling kuat, dia tipe orang yang to the point, gak pake basa-basi, orang yang membunuh 100 Kurawa pada perang BharataYudha, dan kadang lebih mentingin otot daripada otak. Tapi gara2 itu dia hampir sama sekali tidak terlihat licik seperti Kreshna. Dia baru agak tobat waktu lawan Anoman. Cuma ngangkat ekornya aja gak bisa, padahal pas di hutan, dia nggendong sama nuntun sodara2, ibu, sama istrinya Drupadi. Lo kok Drupadi juga istrinya Bima? Bukannya dia itu istrinya Yudhistira?
Nah itu salah satu “bejat”nya Pandawa.Gara2 harus saling berbagi, pas Arjuna, Playboynya Pandawa, menangin sayembara bwt jadi suami Drupadi, Drupadi pun jadi Istri bwt mereka berlima.Lha wong A’a Gym yang barusan poligami aja banyak yg ribut, ini tambah 1 istri buat 5 cowok.
Trakhir, tokoh yang menurutku paling licik di Mahabharata, Kreshna. Kelihatannya emang dia baik banget. Mau mbantu Pandawa kapan pun dimanapun. Tapi pas Perang Bharatayudha baru bener2 keliatan belangnya. Sebelumnya dia uda sumpah gak bakalan ngangkat senjata pas perang. Tapi dia hampir melanggar sumpahnya pas Arjuna berhadapan sama Bhisma. Uda gitu dia yang bikin Arjuna mbunuh Karna pas Karna lagi mbetulin keretanya yang terperosok lumpur. Padahal menurut aturan perang pas itu, gak boleh mbunuh musuh yang lagi g berdaya. tapi dia mbujuk Arjuna buat mbunuh Karna mumpung dia lg mbenerin kretanya.
Selain itu dia juga yang bikin Durna, Bhisma, sama Duryodana mati. Dia menyuruh Srikandi bwt ngadepin Bhisma karena tau kalo Bhisma gak bakal melawan kalo musuhnya cewek. Jadinya kalah deh Bhisma.Trus dia juga yang nyuruh Bima buat mbunuh gajah yang namanya Aswatama, sama kayak nama anaknya Durna, trus teriak2 klo Aswatama uda mati di deket tendanya Durna. Kreshna juga yang nyuruh Yudhistira bo’ong pas Durna tanya ke Yudhistira, yang dianggepnya paling jujur dan g bakalan boong, apa bener Aswatama uda mati. Gara Yudhistira gak bilang dgn jls klo yg mati itu gajah, Durna jadi kehilangan semangat dan bisa dibunuh dgn mudah. Kreshna juga yang bikin Bima bisa ngalahin Duryodana. Pas Bima lagi perang sm Duryodana, Kreshna sengaja omong2 ke Arjuna dgn keras klo Duryodana bakal mati klo pahanya dihantam.
Tapi dia akhirnya kena batunya pas terakhir2 dia mati dipanah sama pemburu gara2 dikira rusa yang lagi tidur.
Fiuhh gitu deh sekilas cerita ttg Mahabharata. Sebetulnya masih banyak lagi sih. Tapi sampe sini dulu deh. Ngantuk…. Ada yg mau nambahin ?????
Wuahh….
Kalo aku sih ngelihat sisi Kresna yang adalah agen para Dewa yang iseng membuat skenario perang Baratayudha.
Mastermind semua perang itu adalah Kresna.
Kresna juga yang membuat Gatotkaca terbunuh dengan menyuruhnya mengamuk di medan perang, akhirnya dia memaksa Karna menggunakan senjata terampuhnya yang sebenernya disimpan untuk ngelawan Arjuna(lupa namanya).
Atau pernah mbaca Bhagavad Gita, itu loh perbincangannya Kresna dengan Arjuna di kereta saat perang (kok sempat-sempatnya) yang intinya memberi gambaran kenapa Baratayudha harus terjadi.
Cerita Mahabharata itu memang sangat kompleks.
Saya kenal baik ama Oom Kreshna, tapi setahu saya kehidupannya ndak sekomplek yang diceritakan di atas deh
Lho, ini yang dibahas Kreshna yang titisannya Dewa yang ada di pewayangan, bukan Kreshna yang lain
sepenangkapanku kreshna itu kan penjaga takdir baratayudha. jadi dia turun ke bumi untuk memastikan kalo baratayuda itu ada, dan yang menang itu pandawa, seperti yang sudah digariskan. kayaknya sih gitu
(bener pa salah ya, orang nonton baratayudha pas masih SD)
Kresna itu Narsis kebacut
menyamakan dirinya dengan negaranya
buktinya sebelum dia mati negaranya harus dihancurkan(ditelan bumi) dulu karena dia
jadi inget pak ***** deh kalo ngeliat kelicikannya kresna :P, cuma untungnya kresna belum ketauan hidung belangnya aja.
ngomong2,, dah baca mahabarata ya? punya e-booknya nggak? kalo punya kasi tau yup…..
guruku dulu pernah bilang, kalo Pandu tuh matinya waktu lagi mesra-mesraan sama Kunthi, bener gak? dia bisa mati karena dia pernah ngeburu burung yang lagi mesra-mesraan waktu masih hidup. dan akhirnya, waktu sakaratul maut, si burung ngutuk Pandu. itu bener juga gak sih??
bro.. ada yg punya film tentang cerita / sejarah pandawa lima ga…? kalo ada please kirim ke tegyang_cool@yahoo.com
thanks…….
kresna alias khrisna itu kan sifat-sifat kristus. namanya saja mirip. jadi, versi buku itu atau cara pandang anda yang tidak beres.
coba dicermati lagi,
karna sudah curang berkali-kali, berkali-kali kesempatan curang itu digagalkan berkat mukjizat kresna. dan semua kecurangan kurawa itu diungkap setelah perang.
kresna tidak pernah menyuruh.
kresna itu pemberi wejangan/petunjuk/hikmah apa yang baik yang harus dilakukan.
kresna tidak pernah marah.
ia menguji arjuna saat kejadian cakra dikeluarkan kepada bhisma. ujian kresna berupa pengukuhan mental arjuna; agar tidak kehilangan fokus/tujuan menegakkan kebajikan. yaitu:
batin arjuna sedang goyah, untuk menguatkan lagi maka kresna melakukan tindakan itu, (semua prajurit pun menyaksikan bahwa arjuna masih setia kepada kresna daripada ke bhisma). bhisma itu memang kakek terhormat namun dia sudah berkata; bahwa ia sudah terikat dengan materi kekayaan. kata-kata bhisma itu seharusnya sudah dapat menguatkan arjuna untuk membunuh dirinya (bhisma). namun dimedan perang arjuna goyah lagi.
kesimpulannya, itu jalan prihatin dari kresna untuk arjuna dalam mencapai dharma, arjuna harus mengalahkan dirinya sendiri (yang berupa perasaan tidak tega) membunuh kakeknya itu. kresna rela melakukan itu untuk menguatan hati arjuna. jadi kresna itu pura-pura marah. bukan marah beneran.
bima yang lupa akan sumpahnya dahulu pun diingatkan oleh kresna di akhir perang, bima pernah bersumpah akan memukul paha duryodhana karena melecehkan dewi cantik drupadi istri pandawa (istri yudhistira) yang dipaksa tidur dipaha duryodhana. kain baju drupadi juga ditarik oleh dursasana agar terbuka, lagi-lagi mukjizat kresna; kain itu ditarik diulur terus-menerus tidak habis.
[saran]basic karakter tokoh-tokoh mahabharata itu sebenarnya datang dari diri anda sendiri, kita melihat daya imajinasi anda keruh membuat anda sulit membedakan mana perkara yang baik dan mana yang batil. meskipun sudah mempelajari semua mahabarata, namun nilai yang didapatkan akhirnya justru malah menjerumuskan anda kepada kebencian. itulah karakter anda sebenarnnya.
@lho : wah wah, saya yang terlalu berlebihan atau anda yang salah membaca tulisan saya ya? mksud saya menulis ini itu hanya ingin berbagi sebuah sisi lain dari mahabharata yang mirip dgn kehidupan kita sehari2. tidak selamanya orang baik itu bnar2 smpurna. pasti ada salahnya juga. begitu pula orang yg jahat pun tidak selalu dia tidak memiliki sifat baik.
jadi bukannya saya ngomong klo pandawa itu jahat dan kurawa itu baik. jgn2 daya imajinasi anda sendiri yg rendah jadi susah menangkap maksud tulisan saya.
mungkin kamu belum tuntas membaca kitab mahabarata.
karena inti yang kau tangkap masih sekedar kulitnya ajah, untuk memahaminya lebih lanjut kamu perlu “pengayaan batin” dengan nonton wayang. Entah itu wayang kulit, wayang orang maupun wayang golek.
karena untuk memahami mahabarata itu gak sekedar membaca kitabnya. Sehingga kamu gak dangkal banget memahaminya.
perlu juga dasar filsafat hinduisme tentang “sakti” dari seseorang. Fungsi seorang istri sebagai “sakti” dari seorang lelaki harus dicermati dahulu.
demikian juga filsafat jawa , sunda dan bali akan lebih melengkapi cara pandangmu tentang mahabarata.
oke dehhh. selamat belajar yah. jangan sepotong-potong
bravo bro!
yang perlu dicermati dalam mahabarata adalah proses. proses kejadian dari awal (termasuk latar belakang peristiwa). bukan hasil unduhan wohing pakerti di akhir cerita setiap tokohnya.
hukum sebab akibat sangat jelas dipaparkan di dalam kitab mahabarata ini
suka banget sama cerita baratayuda….
klo bisa tlg kirimin cerita lengkapnyya tentang pandawa 5.
specialy cerita Bima sma Arimbi cuz sy bisa tau sejarah nama saya……………
thnx b4
Bagus bosss…….emang begitu ceritanya…mantep emang jalan ceria wayang versi mahabarata itu..tapi cerita itus emua versi Hindhu (hindia).
Kalau untuk versi yang Jawa Kuno ada dan itu tak mungkin di sebar ke sembarangan bahkan di jual di jadikan buku….
Salut aku kepada pembuat cerita wayang……dan itu sebelum agama2 ada di indonesia wayang sudah ada bos…..
TRims Bossss
Mas Baskoro, aku juga suka cerita’nya Mahabarata. Ada 2 (dua) cerita yg aku terkesan, yakni saat dalam pembuangan Yudistira (kakak ke-1) sdng haus lalu adik-adiknya mencari’kan minum buat sang kakak (akhirnya adik-adiknya mati satu demi satu, u pasti tau khan tapi pd akhirnya adik-adiknya hidup kembali) dan juga saat sesudah perang barata-yuda selesai dan dlm perjalanan ke nirwana.
Btw apakah yg u maksud lengkap itu mulai dari awal, yakni mulai dari kisah Sentanu (kalo seingat’ku ayah dari Bisma dgn dewi Gangga) yg kemudian dilanjutkan dgn Sentanu menikahi Setiowati (dgn syarat yg naik tahta adlh keturunan Setiowati bukan Bisma yg merupakan putera mahkota) s/d perjalanan ke nirwana.
Kalo “Ya (lengkap)” tapi kalaupun “tdk(tdk lengkap)” juga ok’lah krn aku dari dulu coba cari tidak pernah ketemu, u beli dimana dan judul bukunya apa serta diterbitkan oleh siapa?
Thnx tlg kabar’i di email-ku ya Boss!!